Thu 27 Jul 2006

Sebuah awal cerita

posted by: Di, filed under: Uncategorized

Semoga aku bisa memulainya hari ini, dengan penuh doa dan harap

Yustin yang sekarang susah buka internet !

HUh!

Aku mau bercerita sedikit kepadamu tentang buku yang kemaren aku baca, buku ini keren abis. Ceritanya tentan  bibliofil gitu deh, yang ngarang si pak Joostein Gaarder. Eh aku bener ga sih cara nulisnya begitu (?) tu loh si pengarang Gadis Jeruk dan Dunia Sofie. Hahah so pasti kamu lebih tau dari pada aku tentang pak Joostein gaarder ini, karena kamu dah baca beberapa bukunya. Dan aku baru baca pertama kalinya. Maafkan temanmu yang jadi jarang baca ini. Huhu padahal mataku begitu laparnya…

Buku itu bercerita tentang dua anak yang saling berkirim surat dengan menggunakan buku. Buku itu mereka sebut dengan buku surat, karena buku tersebut dikirimkan bolak-balik darri kediaman masing-masing yang berbeda kota. Namun mereka tetap masih berada di dalam negara Norwegia

Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata ada seseorang yang mengincar buku surat mereka. Namanya Bibbi Bokken. Siapa Bibbi Bokken itu ? Ternyata dia adalah seorang bibliofil yang selalu menumpulkan buku-buku dari seluruh penjuru dunia termasuk buku-buku yang akan terbit tahun depan. Dan dia mempunyai keinginan untuk memiliki sebuah perpustakaan ajaib. Dan memang dia memilki sebuah perpustakaan tersembunyi di gudang bawah tanahnya yang luas. Disana terdapat jutaan buku dari seluruh penjuru dunia

Sungguh, akupun ingin sekali mempunyai perpustakaan seperti itu

Ah, dan kerenya lagi buku ini di tulis dengan cara pandang orang yang berbeda-beda, sungguh sangat kreatif. Bagaimana juga buku ini menceritakan tentang budaya membaca setiap orang. Juga tentang sistem Dewey. Sistem penyimpanan buku

Kamu pernah kan bermimpi untuk membeli toko buku BBC yang ada di Pasar Buku Palasari, kemudian menyusun buku-buku yang ada di sana dengan urutan dan pengelompokan yang benar. Rasanya sistem Dewey akan sangat cocok untuk toko buku seperti BBC

Oh ya dan tentu saja, tempatkan akan dipindah bukan di Palasari, tapi di tempat yang nyaman seperti Gramedia. Atau toko buku yang lainya. Pasti akan banyak pengunjung yang akan mengunjungi toko buku kita hihih. 

Dan sepertinya kita harus kaya dulu nih :D Apa menghayalku terlalu tinggi ? Ah tapi menghayal kadang perlu juga :D

Dian yang sedang menghayal